WAHAI SADARAKU IBADAH TANPA ILMU SESUNGGUHNYA SIA-SIA, MAKA CARILAH ILMU MELALUI GURU YANG MEMANG AHLINYA
Tampilkan postingan dengan label Tanya jawab Agama Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanya jawab Agama Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Mei 2009

Kitab

1. Kitab suci apa saja yang wajib diimani ?
Kitab suci (kitab Allah) yang wajib diimani ada empat, yaitu :
- 1. Kitab Taurat.
- 2. Kitab Zabur.
- 3. Kitab Injil.
- 4. Kitab Alqur'an.

2. Kepada siapa kitab-kitab tersebut diturunkan ?
- 1. Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa as.
- 2. Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud as.
- 3. Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa as.
- 4. Kitab Alqur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Read more >>

Senin, 04 Mei 2009

Malaikat

1. Apa itu Malaikat, dan berapa jumlahnya ?
Malaikat itu adalah makhluk Allah yang diciptakan dari nur (cahaya), Jumlahnya tidak diketahui.
2. Ada berapa Malaikat yang wajib diimani (diketahui) dan sebutkan tugas masing-masing Malaikat tersebut ?
Malaikat yang wajib diketahui ada sepuluh, yaitu :
1. Malaikat Jibril, tugasnya menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada para Nabi dan Rasul.
2. Malaikat Mikail, tugasnya mengurus hujan dan membagi-bagikan rizki kepada seluruh makhluk Allah SWT.
3. Malaikat Israfil, tugasnya meniup sangkakala (terompet yang maha besar) pada saat tiba hari kiamat dan ketika akan dibangkitkannya manusia dari alam kubur. Tiupan pertama mematikan semua makhluk, dan tiupan kedua menghidupkan kembali semua makhluk yang telah mati.
4. Malaikat izrail, tugasnya mencabut ruh (nyawa) semua makhluk yang bernyawa.
5. Malaikat Raqib, tugasnya mencatat segala amal perbuatan baik dari jin dan manusia.
6. Malaikat Atid, tugasnya mencatat segala amal perbuatan buruk jin dan manusia.
7. Malaikat Munkar, tugasnya mengadili manusia di alam kubur.
8. Malaikat Nakir, tugasnya mengadili manusia di alam kubur.
9. Malaikat Ridwan, tugasnya menjaga pintu surga.
10. Malaikat Malik, tugasnya, menjaga pintu neraka.
Read more >>

Jumat, 17 April 2009

Asmaaul Husna

1. Apa arti Al Asmaaul Husna itu ?
Al Asmaaul Husna berasal dari kata ism ( nama ) dan hasan ( indah ).
Artinya, nama-nama yang indah yang hanya dimiliki dan disandang oleh Allah SWT.
- Ada berapa jumlah Asmaaul Husna itu ?
Jumlah Asmaaul Husna adalah 99 ( sembilan puluh sembilan ), yaitu :
1. Ar Rahman
Yang Maha Pemurah kepada seluruh makhluknya.
2. Ar Rahiim
Yang Maha Penyayang kepada hambanya.
3. Al Malik
Yang Maha Kuasa atas alam semesta.
4. Al Qudduus
Yang Maha Suci dari segala kekurangan.
5. As Salam
Yang Maha Sejahtera. Dialah yang mensejahterakan makhlik-Nya.
6. Al Mu'min
Yang mengaruniakan Keamanan.
7. Al Muhaimin
Yang Maha memelihara.
8. Al Aziiz
Yang Maha Perkasa.
9. Al Jabbar
Yang kehendak-Nya tidak dapat diingkari.
10. Al Mutakabbir
Yang Memelihara Kebesaran.
11. Al Khaaliq
Yang Maha Pencipta.
12. Al Baari'
Yang Melepaskan. Zat yang dapat menghasilkan suatu benda dari benda yang lain jenisnya dan menjaga keseimbangan dari segala sesuatu.
13.Al Mushawwir
Yang menciptakan rupa makhluk.
14. Al Ghaffar
Yang Maha Pengampun.
15. Al Qahhar
Yang Maha Perkasa. Mampu memaksa makhluk-Nya untuk menjalankan kehendak-Nya.
16. Al Wahhaab
Yang Maha Pemberi Karunia.
17. Ar Razzaaq
Yang Maha Pemberi Rizki.
18. Al Fattaah
Yang Maha Pembuka ( pintu rahmat )
19. Al 'aliim
Yang Maha Mengetahui segalanya.
20. Al Qaabidh
Yang Mahah Menyempitkan kenikmatan.
21. Al Baasith
Yang Maha Melapangkan rizki dan kemudahan.
22. Al Khaafidh
Yang Merendahkan matrabat makhluk-Nya.
23. Ar Raafi'
Yang meninggikan martabat makhluk-Nya.
24. Al Mui'izz
Yang Mahah Memuliakan makhluk-Nya.
25. Al Mudziill
Yang Maha Menghinakan makhluk-Nya
26. As Samii'
Yang Maha Mendengar segala suara, tak terkecuali suara hati. Bahkan yang lebih halus dari itu.
27. Al Bashiir
Yang Maha Melihat.
28. Al Hakam
Yang Maha Menetapkan.
29. Al 'Adl
Yang Maha Adil.
30. Al Lathiif
Yang Maha Penyantun.
31. Al Khabiir
Yang Maha Mengetahui segala rahasia.
32. Al Haliim
Yang Maha Penyantun. Tidak cepat menjatuhkan hukuman kepada orang-orang berdosa.
33. Al 'Azhiim
Yang Maha Agung dari segalanya.
34. Al Ghafuur
Yamng Maha Pengampun.
35. Asy SyakuurYang Maha Pembalas Jasa perbuatan-perbuatan baik hamba-Nya.
36. Al 'Aliyy
Yang Maha Tinggi.
37. Al Kabiir
Yang Maha Besar.
38. Al Hafiizh
Yang Maha Penjaga.
39. Al Muqiit
Yang Maha Memelihara.
40. Al Hasiib
Yang Maha Pembuat Perhitungan.
41. Al Jaliil
Yang Mempunyai Keagungan.
42. Al Kariim
Yang Maha Mulia.
43. Ar Raqiib
Yang Maha Mengawasi.
44. Al Mujiib
Yang Maha Mengabulkan.
45. Al Waasi'
Yang Maha Luas.
46. Al Hakiim
Yang Maha Bijaksana.
47. Al Waduud
Yang Maha Pengasih.
48. Al Majiid
Yang Maha Mulia.
49. Al Baa'its
Yang Membangkitkan.
50. Asy Syahiid
Yang Maha Menyaksikan.
51. Al Haqqu
Yang Maha Benar.
52. Al Wakiil
Yang Maha Pemelihara.
53. Al Qawiyyu
Yang Maha Kuat.
54. Al Matiin
Yang Maha Kokoh.
55. Al Waliyy
Yang Maha Melindungi.
56. Al Hamiid
Yang Maha Terpuji.
57. Al Muhshil
Yang Maha Menghitung, mengetahui jumlah dan ukuran segala apapun.
58. Al Mubdi'
Yang Maha Memulai.
59. Al Mu'iid
Yang Maha Mengembalikan kehidupan makhluk-Nya.
60. Al Muhyii
Yang Maha Menghidupkan.
61. Al Mumiitu
Yang Maha Mematikan.
62. Al Hayyu
Yang Maha Hidup.
63. Al Qayyuum
Yang Maha Mandiri.
64. Al Waajid
Yang Maha Menemukan apa yang dikehendaki-Nya.
65. Al Maajid
Yang Maha Mulia.
66. Al Waahid
Yang Maha Tunggal/Esa.
67. Al Ahad
Yang Maha Esa.
68. Ash Shamad
Yang Maha dibutuhkan.
69. Al Qaadir
Yang Maha Kuasa.
70. Al Muqtadir
Yang Maha Berkuasa.
71. Al Muqaddim
Yang Maha Mendahulukan.
72. Al Mu'akhkhir
Yang Maha Mengahirkan.
73. Al Awwal
Yang Maha Permulaan.
74. Al Aakhir
Yang Maha akhir.
75. Azh Zhaahir
Yang Maha Nyata.
76. Al Baathin
Yang Maha Ghaib.
77. Al Waliyy
Yang Maha Memerintah.
78. Al Muta'aalii
Yang Maha Tinggi.
79. Al Barr
Yang Maha Dermawan.
80. At Tawwaab
Yang Maha Penerima Taubat.
81. Al Muntaqim
Yang Maha Penyiksa.
82. Al 'Afuww
Yang Maha Pemaaf.
83. Ar Ra'uuf
Yang Maha Pengasih.
84. Maalikul Mulk
Yang Maha Menguasai Semua Kerajaan.
85. Dzul Jalaali Wal Ikraam
Yang Maha Memiliki Kebesaran serta Kemuliaan.
86. Al Muqsith
Yang Maha Adil.
87. Al Jaami'
Yang Maha Pengumpul.
88. Al Ghaniyy
Yang Maha Berkecukupan.
89. Al Mughnii
Yang Maha Pemberi Kekayaan.
90. Al Maani'
Yang Maha Mencegah.
91. Adh Dhaarr
Yang Maha Pemberi Derita.
92. An Naafi'
Yang Maha Pemberi Manfaat.
93. An Nuur
Yang Maha Bercahaya.
94. Al Haadii
Yang Maha Pemberi petunjuk.
95. Al Badii'
Yang maha Pencipta.
96. Al baaqii
Yang Maha Kekal.
97. Al Waarits
Yang Maha Pewaris
98. Ar Rasyiid
Yang Maha Pandai.
99. As Shabuur
Yang Maha Sabar.
Read more >>

Sifat jaiz bagi Allah

1. Selain sifat wajib dan mustahil, apakah ada sifat jaiz bagi Allah ? Ya, Allah mempunyai sifat jaiz atau mungkin. Sifat jaiz Allah adalah Fi'lu kulli mumkinin autarkuhu, artinya Allah itu mungkin berbuat segala sesuatu atau mungkin pula meninggalkannya ( tidak berbuat ). Dengan kata lain Allah mempunyai kebebasan berbuat dan meninggalkan tanpa ada yang memaksa.
Berikan contoh sifat jaiz Allah !
Misalnya Allah berhak menjadikan orang rendah menjadi terhormat jika dikehendaki, sebaliknya Allah berhak menjatuhkan orang terhormat menjadi hina jika dikehendaki pula. Atau Allah berhak membuat orang yang sehat tiba-tiba sakit jika di kehendaki, sebaliknya Allah berhak menyembuhkan dengan tiba-tiba orang yang diperkirakan tidak tertolong lagi, jika dikehendaki. Kehendak Allah yang mungkin terjadi itu tanpa ada yang mengetahui dan tanpa ada yang dapat mencegah.
Read more >>

Senin, 13 April 2009

Sifat mustahil Allah

1. Kalau Allah mempunyai sifat wajib, disebut apa kebalikan dari sifat wajib Allah itu, Jelaskan satu persatu ?
1. 'Adam, tidak ada. Allah mustahil tidak ada. Mustahil Allah tidak wujud. Wujud Allah itu terbukti dengan adanya alam ini.
2. Huduts, baru. Artinya mustahil Allah bersifat baru seperti alam yang diciptakan-Nya. Kalau Allah bersifat Huduts atau baru, berarti Allah bersifat lemah, karena tidak dapat mewujudkan diri-Nya sendiri. Maka sifat itu mustahil bagi Allah.
3. Fana', musnah atau binasa. Artinya mustahil Allah akan mengalami kemusnahan dan kebinasaan. Jika Allah mengalami kemusnahan dan kebinasaan, maka tidak akan ada yang mengatur alam ini, karena semua mengalami kemusnahan dan kebinasaan.
4. Mumatsalatu lilhawadits atau disamai oleh perkara yang baru. Artinya mustahil Allah disamai oleh perkara yang bersifat baru. Tidak ada satu makhluk pun yang menyamai Allah, karena semua makhluk adalah ciptaan-Nya. Yang diciptakan tentu tidak sama dengan yang menciptakan.
5.Ihtiyaju ilaa ghairihi, membutuhkan bantuan dari hamba-Nya. Artinya mustahil Allah membutuhkan bantuan hamba-Nya. Allah yang bersifat Maha Kuasa mustahil membutuhkan bantuan dari hamba atau makhluk-Nya yang bersifat serba kekurangan. Karena apa saja yang mempunyai sifat lemah tidak dapat berdiri sendiri. Mustahil itu terjadi pada Allah.
6. Ta'addud, terbilang. Artinya mustahil wujud Allah terbilang atau lebih dari satu. Karena kalau Allah lebih dari satu maka pasti terjadi kekacauan dalam mengatur alam, dan hal itu tentunya tidak akan mewujudkan alam seisinya. Sebab antara satu Tuhan yang lain sama-sama mempunyai kepentingan yang berbeda, dan itu mustahil terjadi.
7. 'Ajzun, lemah. Artinya mustahil Allah bersifat lemah. Kalau Allah bersifat lemah, maka mustahil Ia kuasa menciptakan alam, karena apa saja yang bersifat lemah tidak mampu membentuk dirinya sendiri. Padahal Allah mampu membentuk diri-Nya sendiri, karena itu Allah mustahil bersifat lemah.
8.Karahatun, terpaksa. Artinya Allah mustahil terpaksa dalam segala perbuatan-Nya. Tidak ada yang dapat memaksa Allah untuk berbuat. Segala perbuatan Allah terjadi karena kehendak-Nya sendiri, bukan karena terpaksa.
9. Jahlun, bodoh. Artinya mustahil Allah bersifat bodoh, bersifat terbatas pengetahuan-Nya. Sifat bodoh menunjukkan kekurangan akan kesempurnaan-Nya. Maka apa saja yang disifati bodoh tidak memiliki kesempurnaan untuk mengetahui segalanya. Karena itu mustahil Allah bersifat demikian. Allah Maha Mengetahui apa saja, yang besar dan yang kecil.
10. Mautan, mati atau mengalami kematian. Artinya mustahil Allah mengalami batas akhir kehidupan-Nya. Allah hidup selama-lamanya. Kalau Allah mengalami kematian sebagaimana yang dialami makhluk-Nya, maka berarti Allah lemah dan ada yang mengatur. Yang dapat menentukan kematian-Nya berarti lebih berkuasa, sehingga Ia tentu tidak dapat disebut Tuhan. Karena itu Allah mustahil mengalami kematian, mustahil mengalami batas akhir hidup.
11. Shamamun, tuli. Artinya mustahil Allah bersifat tuli, karena sifat tuli menunjukkan ketidaksempurnaan. Tuli menunjukkan pula sifat lemah, dan itu bertentangan dengan kesempurnaan Allah. Mustahil Allah bersifat tuli, bahkan Allah senantiasa mendengar apa saja yang keluar dari hamba-Nya, baik yang terang maupun yang tersembunyi dalam hati.
12. 'Amaa, buta, Artinya mustahil Allah bersifat buta, Karena sifat buta menunjukkan kekurangan dan ketidaksempurnaan. Kebutaan juga menunjukkan sifat lemah yang berarti membutuhkan pertolongan. Karena itu sifat ini mustahil bagi Allah.
13Bakamun, bisu. Artinya mustahil Allah bersifat bisu, tidak dapat berkata-kata. Sifat bisu menunjukkan pula kelemahan dan membutuhkan bantuan. Mustahil Allah bersifat bisu, karena Allah berkata-kata kepada Rasul-Nya. Misalnya Ia berkata-kata dengan Nabi Musa as ketika beliau berada di bukit Thur, atau Ia berkata-kata dengan Nabi Muhammad Saw ketika beliau mi'raj untuk menerima tugas shalat lima waktu.
14. 'Aajizun,lemah. Artinya mustahil Allah bersifat lemah. Bukti terciptanya alam seisinya ini menunjukkan bahwa Allah tidak lemah, bahkan Maha Kuasa atas segalanya. Allah Kuasa menciptakan suatu makhluk yang paling kecil, paling rumit atau yang paling besar dan paling berat. Karena itu mustahil Allah bersifat lemah, sebab sifat ini menunjukkan kekurangan, sedangkan Allah Maha Sempurna.
15. Kaarihun, terpaksa. Artinya mustahil Allah terpaksa dalam berbuat. Karena tidak satupun makhluk dan hamba-Nya dapat memaksa Allah untuk berbuat. Perbuatan Allah sejalan dengan kehendak-Nya sendiri. Kehandak Allah tidak berdasarukuran. Apa saja yang dikehendaki Allah, itulah yang diperbuat. Maka mustahil Allah bersifat terpaksa, sebab keterpaksaan menunjukkan adanya kelemahan dan kelebihan bagi yang memaksa, dan itu bertentangan dengan kesempurnaan dan kebebasan Allah.
16. Jaahilun, yang bodoh. Artinya mustahil Allah mempunyai sifat yang membodohkan diri-Nya. Mustahil Allah diperbodohkan makhluk-Nya sehingga tidak mengetahui sebagian perkara yang diperbuat makhluk. Sifat bodoh berarti menunjukkan kelemahan dan kekurangan. Hal ini bertentangan dengan kemahatahuan Allah, karena itu mustahil bagi Allah.
17. Mayyitun, yang mati. Artinya mustahil Allah mengalami kematian karena dimatikan. Apa saja yang mengalami kematian menunjukkankelemahan, karena kedudukannya lebih rendah daripada yang mematikan. Kalau Allah dapat dimatikan, siapa yang mematikan Allah ? Karena itu sifat ini mustahil bagi Allah, sebab kemahasempurnaan Allah menolak semua yang bersifat nisbi(tidak mutlak).
18. Ashammu, yang tuli. Artinya mustahil Allah mengalami ketulian karena suatu sebab. Sifat ketulian menunjukkan pula ketidaksempurnaan sifat, sebaliknya membuktikan adanya kelemahan. Apa saja dan siapa saja yang dapat dipertulikan berarti dapat diperlakukan lebih rendah. Mustahil Allah bisa diperlakukan seperti itu, kemahasempurnaan Allah menggugurkan semua sifat yang mengurangi kebesaran-Nya, karena itu menerima sifat tuli mustahil bagi Allah.
19. A'maa, yang buta, Artinya mustahil Allah mengalami buta karena dibutakan. Kekuasaan Allah atas segala hamba dan makhluk ciptaan-Nya menggugurkan semua perbuatan yang mengurangi sifat kesempurnaan Allah. Karena itu mustahil Allah mengalami kebutaan.
20. Abkamu, yang bisu. Artinya mustahil Allah tidak dapat berkata-kata karena dibisukan. Sebagaimana dijelaskan dimuka, bisu merupakan salah satu sifat kekurangan dan kelemahan, maka mustahil Allah mengalami sifat itu. Hal itu brtentangan dengan kesempurnaan Allah dan keagungan-Nya. Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan-NYa kuasa melakukan dan berbuat apa saja sesuai kehendak-Nya, termasuk berkata-kata dengan semua makhluk-Nya yang dikehendaki. Karena itu mustahil Allah bersifat bisu.
Read more >>

Kamis, 09 April 2009

Sifat wajib Allah

1. Apa yang dimaksud Iman kepad Allah ?
Yang dimaksud Iman kepad Allah adalah mengetahui dan meyakini secara utuh perkara-perkara yang wajib adanya bagi Allah, berupa sifat-sifat wajib dan sifat-sifat mustahil serta hak-hak lain yang ada pada Allah SWT.

2. Apa yang dimaksud sifat wajib Allah ?
Yang dimaksud sifat wajib Allah adalah yang wajib ada pada-Nya.

3. Ada berapa sifat wajib Allah itu dan jelaskan ?
Sifat wajib Allah ada 20, yaitu :
1. Wujud artinya bahwa Allah pasti ada. Bukti wujud Allah adalah adanya alam ini.
2. Qidam artinya bahwa Allah zat yang terdahulu, tidak bermula dan tidak ada yang lebih mendahului wujud Allah.
3. Baqa' artinya bahwa Allah bersifat kekal. Tidak ada masa akhir bagi Allah. Allah wujud selama-lamanya, tetap langgeng (kekal).
4. Mukhalafatu Lilhawaditsi artinya bahwa Allah tidak sama denga semua perkara yang bersifat baru (makhluk).
5. Qiyamuhu Binafsihi artinya bahawa Allah wujud (ada) dengan diri-Nya sendiri, tidak membutuhkan bantuan yag lain.
6. Wahdaniyah artinya bahwa Allah itu tunggal, Esa atau Satu, tidak ada sekutu bagi-Nya.
7. Qudrah artinya bahwa Allah itu Zat yang kuasa. Kekuasaan Allah tidak terbatas, meliputi semua alam dan apa saja yang ada di alam-Nya.
8. Iradah artinya bahwa Allah itu zat yang berkehendak, dan kehendak Allah tidak terbatas, karena tidak ada yang mampu membatasi.
9. Ilmu artinya bahwa Allah itu Zat yang tahu. Ilmu Allah meliputi semuanya, dari perkara yang paling besar hingga terkecil, yang termudah hingga yang paling rumit.
10. Hayat artinya bahwa Allah itu Zat yang Hidup, Kehidupan Allah tidak terbatas dan tidak pula seperti kehidupan hamba-Nya yang tergantung pada materi.
11. Sama' artinya bahwa Allah itu Zat yang mendengar. Allah mendengar apa saja yang dilakukan hamba-Nya . Mendengar bisikan yang tersembunyi dalam hati atau yang terucap.
12. Bashar artinya bahwa Allah itu Zat yang melihat. Penglihatan Allah tidak samar, meliputi yang besar hingga yang terkecil, semua berada dalam penglihatan Allah.
13. Kalam artinya bahwa Allah itu Zat yang berbicara. Bicara Allah tidak sama dengan bicaranya makhluk, karena itu tidak dapat dijelaskan seperti yang dilakukan makhluk.
14. Qaadiran artinya bahaw Allah itu Zat yang mempunyai kekuasaan. Allah berkuasa, maka Allah mempunyai kekuasaan . Artinya, dari qudrah menjadi qaadiran, dari yang berkuasa menuju arti yang menguasai. Allah yang menguasai semua makluk-Nya, tanpa kesulitan untuk menciptakan mereka.
15. Muriidan artinya bahwa Allah itu zat yang Menghendaki. Allah menghendaki apa saja yang menjadi kehendaki-Nya tanpa terhalang. Dari yang berkehendak (iradah) menjadi yang menghendaki (muriidan). Artinya karena Allah bersifat berkehendak maka tentu ada yang dikehendaki.
16. 'Aaliman artinya bahwa Allah itu Zat yang Maha Mengetahui. Dari sifta tahu menjadi yang mengetahui. Karena Allah Maha tahu, maka Allah Zat yang mengetahui apa saja.
17. Hayyan artinya bahwa Allah itu Zat yang Menghidupkan. Dari sifat Hayat (hidup) menjadi yang Menghidupkan . Karena Allah itu Zat yang hidup, Maka Allah Zat yang menghidupkan, yakni menghidupkan segala yang dikehendaki.
18. Samii'an artinya bahwa Allah itu Zat yang Maha Mendengar. Dari sifat Sama' (mendengar) menjadi Samii'an (mendengarkan), yakni mendengarkan apa saja yang terjadi (keluar) dari hamba-Nya.
19. Bashiiran artinya bahwa Allah itu Zat yang Mengawasi. Sifat Bashiiran adalah dari sifat Bashar (melihat). Karena Allah Zat yang melihat, maka Allah melihat (mengawasi) apa saja yang dilakukan hamba-Nya, baik perbuatan yang terang maupun yang tersembunyi.
20. Mutakalliman artinya bahwa Allah itu Zat yang Melakukan Pembicaraan. Sifat Mutakalliman adalah dari sifat Kalam (berbicara), maka Allah melakukan pembicaraan, Misalnya dengan Nabi Musa as dan Nabi Muhammad SAW.
Read more >>

Iman

1. Apa arti iman ?
Menurut bahasa, arti Iman adalah membenarkan atau tashdiiq.
Menurut syariat, Iman artinya mengakui dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota tubuh.

2. Apa yang dimaksud mengakui dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota tubuh ?
Yang dimaksud mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati ialah mengakui keutuhan Allah dan kerasulan Nabi Muhammad SAW. Adapun yang dimaksud mengerjakan dengan anggota tubuh adalah, mengerjakan segala perintah ibadah yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad SAW.

3. Ada berapa rukun Iman ?
Rukun Iman ada enam, yaitu :
1. Iman kepad Allah
2. Iman kepada para Malaikat.
3. Iman kepada kitab-kitab Allah.
4. Iman kepada para Rasul Allah.
5. Iman kepada hari akhir (kiamat).
6. Iman kepada Qadar Allah yang baik atau yang buruk.
Read more >>

Syahadat

1. Apa arti syahadat ?
Menurut bahasa, arti syahadat adalah persaksian (pengakuan). Sedangkan menurut syariat, syahadat adalah persaksian (pengakuan) bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah.

2. Ada berapa syahadat itu ?
Syahadat ada dua, yaitu :
1. Syahadat Tauhid, yang lafalnya :
ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAAH
"Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah"
2. Syahadat Rasul, yang lafalnya :
WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAAH
"Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah"
Read more >>

Rabu, 08 April 2009

Islam

1. Apa arti Islam ?
Arti Islam menurut lughat (bahasa) adalah tunduk atau penyerahan diri. Sedangkan menurut syariat, Islam adalah ketundukkan atau penyerahan diri secara utuh kepada Allah SWT disertai dengan mengesakan-Nya dan diperkuat dengan ketaatan kepad-Nya serta mengimani segala ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya, Muhammad SAW.

2. Bagaimana Islam sampai kepada kita ?
Islam sampai kepada kita melalui :
1. Rasulullah
2. Sahabat beliau
3. Tabi'in
4. Tabi'it Taabi'in.

3. Ada berapa rukun (pokok/dasar utama) Islam ?
Rukun (pokok/dasar utama) Islam ada lima, yaitu :
1. Syahadat
2. Sholat
3. Zakat
4. Puasa
5. Haji.
Read more >>

Selasa, 07 April 2009

Tauhid

1. Apa yang dimaksud tauhid dan ilmu tauhid ?
Yang dimaksud tauhid menurut bahasa adalah mengesakan. Sedangkan menurut syariat, tauhid adalah mengesakan Allah.
Adapun yang disebut ilmu tauhid adalah ilmu yang membicarakan tentang akidah atau k epercayaan kepada Allah dengan didasarkan pada dalil-dalil yang benar.

2. Bagaimana hukum mempelajari ilmu tauhid ?
Mempelajari ilmu tauhid fardhu ain atau kewajiban individual (perorangan). Kewajiban itu dimaksudkan untuk memantapkan keimanan sehingga tidak mudah goyah karena adanya kepercayaan-kepercayaan lain.

3. Apakah keimanan dapat rusak atau batal ?
Ya, keimanan dapat rusak dan batal disebabkan perbuatan atau keyakinan tertentu. Misalnya, tidak beriman kepada salah satu diantara rukun iman yang berjumlah enam, seperti tidak mempercayai salah satu Kitab Allah, tidak mempercayai qadar Allah, menghina islam dengan menyembah patung, menghina Rasul, tidak mempercayai kewajiban-kewajiban yang ditetapkan syariat Islam atas dirinya dan lain-lain.

4. Apa saja dalil yang digunakan dalam membicarakan ilmu tauhid ?
Dalil-dalil yang digunakan dalam membicarakan ilmu tauhid ada dua macam, yaitu :
1. Dalil naqli
2. Dalil aqli.

5. Apa arti dalil naqli dan dalil aqli ?
1. Dalil naqli, yaitu dalil-dalil tauhid yang didasarkan pada ayat Al qur'an dan Hadits-hadits Nabi Muhammad SAW.
2. Dalil aqli, yaitu dalil-dalil tauhid yang didasarkan pada akal (pemikiran).

6. Ada berapa bagian tauhid itu ?
Tauhid dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
1. Tauhid Uluhiyah.
2. Tauhid Rububiyah.
3. Tauhid Asma'.

7. Apa yang dimaksud dengan tauhid-tauhid tersebut ?
1. Tauhid Uluhiyah lengkapnya adalah Tauhid Uluhiyah dan Ibad, artinya pengesaan kepada Allah dan sekaligus beribadah kepada-Nya. Dengan kata lain hanya Allah saja yang disembah manusia dan dijadikan tempat beribadah.
2. Tauhid Rububiyah adalah mengesakan Allah yang berhubungan dengan perbuatan-Nya. Dengan kata lain bahwa semua perbuatan Allah hanya dikerjakan sendiri, tidak dibantu yang lain.
3. Tauhid Asma' dan sifat maksudnya adalah beriman kepada nama-nama Allah yang ditetapkan dalam Alqur'an dan sunnah secara utuh.
Read more >>